Terima kasih yang tak terkira untuk bapak ibu tercinta atas doa, perhatian dan kepercayaan yang diberikan. Kepercayaan bahwa suatu saat nanti aku bisa memenuhi setiap janji dengan jalan pilihanku sendiri. Untuk my two little brothers yang selalu punya cara “ajaib” untuk menghiburku. Terima kasih. Kepada semua teman-teman ,orang-orang terdekat yang baik hati, soleh dan solehah. Yang tak pernah mengharapkan balasan atas semua kebaikan yang telah dilakukan dan tak ingin namanya disebut-sebut atas kebajikan-kebajikan yang telah dilakukannya. Semoga mendapatkan balasan terindah di sisi Allah SWT.
Atas kekurangan-kekurangan yang mungkin ada dalam tugas akhir ini, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang dapat lebih menyempurnakan karya ini. Semoga apa yang dituliskan dalam tugas akhir ini memberikan banyak manfaat bagi penulis terutama dan bagi semua pihak apabila memungkinkan.
*berharap segera bisa menulis kata pengantar untuk karya selanjutnya..^^..mudahkanlah Ya Allah....amiin..
Para Pemburu Surga
Jumat, 15 April 2011
Para pemburu surga adalah manusia-mansia langka. Bukan karena banyak orang tidak mau masuk surga. Bukan. Setiap orang tak kan pernah bisa menolak apabila kenikmatan surga dianugerahkan padanya. Permasalahannya adalah perkara memburu surga adalah perkara memburu sesuatu yang amat mahal harganya. Dan sesuatu yang mahal harganya untuk memperolehnya harus ditebus dengan yang sepadan. Disinilah kebanyakan dari manusia tidak siap. Mereka menginginkan surga tetapi perburuan mereka hanya sekedarnya, sebisanya, dan seingatnya saja.
Para pemburu surga tidak berhenti di tahapan mimpi. Mimpi untuk meraih surga. Mereka sadar ada pengorbanan yang harus mereka keluarkan. Ada karya dan amal nyata yang harus mereka persembahkan. Dan sekali lagi…karena itulah mereka langka.
Mereka telah mengajarkan kepada kita tentang arti sebuah ketulusan yang tidak menghinakan. Ketulusan yang tidak hanya ditampilkan dari sisi larhiriah saja, tapi juga terbukti dari sisi batiniah mereka. Sebuah ketulusan yang menghidupkan. Yang memaksa banyak hati ikut tergerak untuk melakukan ketulusan yang sama.
Mereka adalah orang-orang yang memiliki amalan-amalan unggulan. Amal yang menonjol dibandingkan yang lain. Bukan berarti mereka adalah orang yang suka mengambil sebuah perintah kemudian meninggalkan perintah yang lain. Mereka tetap berusaha melaksanakan semua perintah Allah. Tetapi mereka adalah orang-orang yang tahu pada titik-titik mana saja potensi ketaatan mereka dapat dioptimalkan.
Keputusan bisa tidaknya kita masuk surga merupakan hak prerogative Allah, dan para pemburu surga benar-benar sadar akan hal itu. Karena itulah mereka hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat sandaran dalam segala hal dan sepanjang masa. Mereka adalah orang-orang yang senatiasa hanya taat kepada Allah dan Rosul-Nya. Yang ketika ada orang berkata kepada mereka : ” Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka “. Melainkan justru perkataan tersebut menambah keimanan dalam hati mereka, dan dengan lantang mereka menjawab “Cukuplah Allah menjadi penolong kita dan Allah sebaik-baik pelindung.”. (Ali-Imron :173)
Pilihan hidup untuk memburu surga bukanlah pilihan hidup yang mudah. Begitu banyak pengorbanan yang harus mereka persembahkan, pun godaan yang mengiringinya. Butuh tekad dan perjuangan yang tak pernah mengenal kata henti untuk menjalaninya. Tapi memang seperti itulah harga yang harus mereka tebus sebanding dengan imbalan yang akan mereka peroleh nanti.
Merekalah manusia-manusia langka, Yang karena kelangkaannyalah, mereka melegenda. Dikenang manusia dari masa ke masa. Para pemburu surga adalah para pelopor. Kepeloporan mereka telah menginspirasi begitu banyak manusia untuk ikut melakukan apa yng mereka contohkan, bahkan manusia-manusia yang hidup jauh setelah mereka meninggalkan dunia. Itulah kepeloporan sejati. Umurnya bahkan melampaui batas umur fisik sang pelopor.
Begitu banyak orang yang terjebak pada kepeloporan yang semu. Mereka merasa menjadi pelopor tetapi pribadi mereka jauh dari sosok sang pelopor. Mereka mudah menyerah terhadap permasalahan dan tantangan yang datang. Bahkan terkesan mengkambinghitamkan kondisi sebagai pemakluman terhadap kekalahan mereka. Nafas juang mereka begitu pendek. Sependek usia kepeloporan mereka.
Para pemburu surga tidak berhenti di tahapan mimpi. Mimpi untuk meraih surga. Mereka sadar ada pengorbanan yang harus mereka keluarkan. Ada karya dan amal nyata yang harus mereka persembahkan. Dan sekali lagi…karena itulah mereka langka.
Mereka telah mengajarkan kepada kita tentang arti sebuah ketulusan yang tidak menghinakan. Ketulusan yang tidak hanya ditampilkan dari sisi larhiriah saja, tapi juga terbukti dari sisi batiniah mereka. Sebuah ketulusan yang menghidupkan. Yang memaksa banyak hati ikut tergerak untuk melakukan ketulusan yang sama.
Mereka adalah orang-orang yang memiliki amalan-amalan unggulan. Amal yang menonjol dibandingkan yang lain. Bukan berarti mereka adalah orang yang suka mengambil sebuah perintah kemudian meninggalkan perintah yang lain. Mereka tetap berusaha melaksanakan semua perintah Allah. Tetapi mereka adalah orang-orang yang tahu pada titik-titik mana saja potensi ketaatan mereka dapat dioptimalkan.
Keputusan bisa tidaknya kita masuk surga merupakan hak prerogative Allah, dan para pemburu surga benar-benar sadar akan hal itu. Karena itulah mereka hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat sandaran dalam segala hal dan sepanjang masa. Mereka adalah orang-orang yang senatiasa hanya taat kepada Allah dan Rosul-Nya. Yang ketika ada orang berkata kepada mereka : ” Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka “. Melainkan justru perkataan tersebut menambah keimanan dalam hati mereka, dan dengan lantang mereka menjawab “Cukuplah Allah menjadi penolong kita dan Allah sebaik-baik pelindung.”. (Ali-Imron :173)
Pilihan hidup untuk memburu surga bukanlah pilihan hidup yang mudah. Begitu banyak pengorbanan yang harus mereka persembahkan, pun godaan yang mengiringinya. Butuh tekad dan perjuangan yang tak pernah mengenal kata henti untuk menjalaninya. Tapi memang seperti itulah harga yang harus mereka tebus sebanding dengan imbalan yang akan mereka peroleh nanti.
Merekalah manusia-manusia langka, Yang karena kelangkaannyalah, mereka melegenda. Dikenang manusia dari masa ke masa. Para pemburu surga adalah para pelopor. Kepeloporan mereka telah menginspirasi begitu banyak manusia untuk ikut melakukan apa yng mereka contohkan, bahkan manusia-manusia yang hidup jauh setelah mereka meninggalkan dunia. Itulah kepeloporan sejati. Umurnya bahkan melampaui batas umur fisik sang pelopor.
Begitu banyak orang yang terjebak pada kepeloporan yang semu. Mereka merasa menjadi pelopor tetapi pribadi mereka jauh dari sosok sang pelopor. Mereka mudah menyerah terhadap permasalahan dan tantangan yang datang. Bahkan terkesan mengkambinghitamkan kondisi sebagai pemakluman terhadap kekalahan mereka. Nafas juang mereka begitu pendek. Sependek usia kepeloporan mereka.
Aku Ingin
Aku ingin melihat salju dengan mata kepalaku sendiri kemudian menyentuhnya. Aku ingin diving, rafting, naik balon udara, dan naik gunung sekali lagi. Oya aku juga ingin naik pesawat. Aku ingin ke banda neira, mengunjungi rumah pengasingan si Kancil dan Bung Hatta. Aku ingin ke Belitong, mengunjungi sekolah Laskar Pelangi dan melihat dari dekat pantainya, yang saat kulihat di filmnya begitu jernih dan indah. Aku ingin ke lombok melihat hijaunya sabana yang luas dan kuda-kuda yang berlarian dengan bebas.
Aku ingin mengikuti jejak Butet Manurung, mendirikan Sokola-Sokola Rimba lainnya di pelosok wilayah hutan Indonesia. Aku ingin sekolah lagi sampai ke luar negeri. That’s must be very wonderfull and amizing. Aku ingin banget suatu saat nanti buku hasil karyaku bisa mejeng di Gramedia, togamas, dan toko-toko buku lainnya. Aku ingin sore-sore bersepeda mengelilingi kompleks kota tua Batavia. Haha... Aku ingin nonton lansung pertandingan bulutangkis di Istora Senayan. Aku juga ingin nonton pertunjukkan teater di TIM. Hemm... Dan yang satu ini aku yakin ini tidak hanya menjadi keinginaanku. Aku ingin nonton secara langsung Timnas Indonesia main di Piala Dunia. :D
Langganan:
Postingan (Atom)
