Pages

Let's Paint for Everyone (2)

Jumat, 21 Februari 2014

Let's paint for everyone.Again. Setelah yang pertama. Tapi motivasinya berbeda. Sekarang lebh untuk bagaimana merangsang kreativitas dan belajar bagaimana berimajinasi yang produktif. Coret-coret sana sini pakai paint, jadilah yang ini. Gue kasih judul, "Kucing Galau". 







Lernen

Senin, 17 Februari 2014

        Belajar itu harus diiringi perasaan yang bebas. Belajar itu soal bagaimana memuaskan rasa ingin tahu dan penasaran yang muncul akibat aktivitas otak kita ketika menemukan hal yang baru. Belajar itu soal bagaimana justru kita semakin merasa tidak tahu dan bodoh setelah mempelajari suatu hal. Dan lebih dari semua tadi, sebenarnya belajar itu soal  bagaimana kita bisa tahu cara menjadi manusia yang lebih baik dan beradab.

        Karena itu, jika saatnya nanti tiba akan kupesankan ini pada anakku. “Nak, belajarlah tentang semua hal. Sepanjang masa, sepanjang waktu. Belajarlah karena kamu memang merasa perlu belajar tentangnya. Bukan supaya kau dianggap pintar, takut dianggap bodoh atau bahkan karena ingin mendapat nilai yang bagus. Belajarlah dengan perasaan yang bahagia, bebas dan merdeka. Tidak penting nilai yang bagus, dianggap pintar jika kau tidak pernah bisa merasa bahagia. Buatlah banyak kesalahan. Syaratnya cuma satu, jangan pernah ulangi kesalahan yang sama. Ingatlah nak, prinsipnya belajar itu dikatakan berhasil apabila kita semakin dekat dengan pencipta kita. Jika kita semakin mengenali diri kita sendiri hingga kau bisa memutuskan peran apa yang akan kau ambil di dunia ini untuk bisa memberi banyak manfaat ke sekeliling kita dari apa yang telah dipelajari. Jadi sekali lagi nak, belajarlah dengan perasaan bahagia, bebas, dan merdeka.“

Soal Ekspetasi

Minggu, 16 Februari 2014

Ini soal ekspetasi. Bahwa jika kita sudah mempunyai ekspetasi yang tinggi kepada seseorang kita cenderung mudah kecewa terhadap kesalahan–kesalahan yang dilakukannya. Pun kesalahan-kesalahan yang kecil.

Ini soal ekspetasi. Sebaliknya, kita akan terkagum-kagum atas keberhasilana atau kebaikan yang sebenarnya biasa dan sudah sering dilakukan. Tapi menjadi berbeda ketika hadir dari seseorang yang awalanya kita punya ekspetasi yang rendah padanya. Kebaikan kecil menjadi begitu sangat mengagumkan.

Ini soal ekpetasi. Bahwa kemudian memang sangat manusiawi jika selalu punya ekspetasi yang tinggi dengan orang-orang terdekat kita. Karena ekspetasi itu berbanding lurus dengan harapan.

Sekali lagi, ini soal ekspetasi. Bahwa akhirnya ekspetasi yang tinggi sering menghadirkan kekecewaan.  Artinya, karena ekspetasi yang tinggi sering muncul dari orang-orang terdekat maka kita akan cenderung sering kecewa pada orang-orang terdekat kita.

Jadi pertanyaannya, wajarkah jika kita sering kecewa dengan orang-orang terdekat kita? Dan adilkah itu?
 

Most Reading

Ads 200x200

Sidebar One