Aku ingin menegaskan bahwa DIRIKU BAHAGIA. Ya bahagia sebahagia-bahagianya…Tak ada makna lain..Mungkin orang lain menilaiku tidak pantas untuk bahagia Atau bahkan mungkin mereka mempertanyakan, apa benar aku bahagia? Tapi aku tak peduli…Karena aku tak butuh penilaian mereka…Karena memang tak butuh penilaian untuk hal ini..Kalaupun aku tak bahagia, tak ada salahnya aku merasa bahagia…Tak ada yang dirugikan dan justru banyak yang diuntungkan, ketika aku merasa bahagia. Mereka akan lebih sering melihat senyum manisku daripada wajah murungku. Dan kalau kau tahu betapa hebat kekuatan senyumku, senyumku bisa membuat mereka secara tak sadar ikut menarik bibir mereka 2 cm kekiri dan 2 cm kekanan. Dan…tara…terciptalah senyum pepsodent.. :). Ting…Jadi mengapa aku harus tidak merasa bahagia.
Ketika ku mencoba mencari alasan mengapa aku boleh tak bahagia, mungkin aku menemukan beberapa. Tapi kemudian aku menemukan lebih banyak alasan yang mengharuskan aku bahagia. Hingga beberapa yang sedikit tadi tertutupi dan terlupakan. Coba bayangkan masak kita harus menagis karena dua bungkus permen kita dirampas teman padahal di rumah masih ada setoples penuh berisi permen. Bahkan tidak hanya itu secara tiba-tiba ada yang memberi sekeranjang buah, setoples biscuit, coklat, gula-gula, kue, dan masih banyak lagi. Ga sebanding banget khan..? Jadi mengapa aku harus tidak merasa bahagia. Karena itulah…aku memutuskan untuk terus bahagia…Itulah moto hidupku. Life happily everafter, fi dunnya wal akhirat… :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar