Belajar itu harus diiringi perasaan yang bebas. Belajar itu soal
bagaimana memuaskan rasa ingin tahu dan penasaran yang muncul akibat aktivitas
otak kita ketika menemukan hal yang baru. Belajar itu soal bagaimana justru kita
semakin merasa tidak tahu dan bodoh setelah mempelajari suatu hal. Dan lebih
dari semua tadi, sebenarnya belajar itu soal bagaimana kita bisa tahu cara menjadi
manusia yang lebih baik dan beradab.
Karena itu, jika saatnya nanti tiba akan kupesankan ini pada anakku. “Nak, belajarlah tentang semua hal. Sepanjang masa, sepanjang waktu. Belajarlah karena kamu memang merasa perlu belajar tentangnya. Bukan supaya kau dianggap pintar, takut dianggap bodoh atau bahkan karena ingin mendapat nilai yang bagus. Belajarlah dengan perasaan yang bahagia, bebas dan merdeka. Tidak penting nilai yang bagus, dianggap pintar jika kau tidak pernah bisa merasa bahagia. Buatlah banyak kesalahan. Syaratnya cuma satu, jangan pernah ulangi kesalahan yang sama. Ingatlah nak, prinsipnya belajar itu dikatakan berhasil apabila kita semakin dekat dengan pencipta kita. Jika kita semakin mengenali diri kita sendiri hingga kau bisa memutuskan peran apa yang akan kau ambil di dunia ini untuk bisa memberi banyak manfaat ke sekeliling kita dari apa yang telah dipelajari. Jadi sekali lagi nak, belajarlah dengan perasaan bahagia, bebas, dan merdeka.“
Karena itu, jika saatnya nanti tiba akan kupesankan ini pada anakku. “Nak, belajarlah tentang semua hal. Sepanjang masa, sepanjang waktu. Belajarlah karena kamu memang merasa perlu belajar tentangnya. Bukan supaya kau dianggap pintar, takut dianggap bodoh atau bahkan karena ingin mendapat nilai yang bagus. Belajarlah dengan perasaan yang bahagia, bebas dan merdeka. Tidak penting nilai yang bagus, dianggap pintar jika kau tidak pernah bisa merasa bahagia. Buatlah banyak kesalahan. Syaratnya cuma satu, jangan pernah ulangi kesalahan yang sama. Ingatlah nak, prinsipnya belajar itu dikatakan berhasil apabila kita semakin dekat dengan pencipta kita. Jika kita semakin mengenali diri kita sendiri hingga kau bisa memutuskan peran apa yang akan kau ambil di dunia ini untuk bisa memberi banyak manfaat ke sekeliling kita dari apa yang telah dipelajari. Jadi sekali lagi nak, belajarlah dengan perasaan bahagia, bebas, dan merdeka.“
Tidak ada komentar:
Posting Komentar