Pages

once upon in time...

Minggu, 19 September 2010

Aku ingin mengatakan……Bapak ibu aku sangat sayang kalian, Bagaimana kabarnya??
Dan aku juga ingin mengatakan disini aku baik-baik saja bahkan teramat sangat baik sekali :). Dalam segala hal. Karena itu jangan cemaskan aku lagi, jangan kawatirkan aku lagi. Tidak adil memang menyuruh orang tua untuk tidak memikirkan dan mencemaskan anaknya. Sesuatu yang tak kan mungkin bisa dilakulan oleh orang tua. Tapi aku hanya tak ingin bapak ibu menjadi terlalu mencemaskan dan memikirkanku. Yakinlah apapun kondisi ku sekarang tak kan pernah bisa menghalangiku untuk terus berusaha menjadi terbaik bagimu, bagi bapak ibu. Menjadi seseorang yang bisa engkau banggakan, dunia akhirat. Aku selalu yakin setiap usaha pasti memberikan hasil, walaupun kadang harus melalui jalan yang berliku-liku.

Aku tahu bapak ibu mungkin telah lelah menungguku. Menunggu anaknya pulang, setelah bertahun-tahun anaknya pergi meninggalkan rumah merantau mencari ilmu. Aku tahu betapa susahnya bapak ibu untuk tetap percaya bahwa suatu saat nanti aku bisa sukses disaat semua orang mulai meragukannya.

Sekarang mungkin aku hanya bisa memberikan janji. Karena aku yakin selama doa dan ridho bapak ibu menyertaiku maka Allah akan selalu menunjukkan jalan dan petunjuk kepadaku.Sehingga aku bisa menghadapi semuanya dengan kepala tegak dan hati yang lapang. Jadi aku pikir aku pasti bisa mengatasi semuanya :).

Renaissance...

Ketika ku sadari sebuah kejadian telah berlalu
Ingin rasanya ku kembali pada masa lalu
Mencoba meraih kembali apa-apa yang terlewati
Memperbaiki hal-hal yang tak sepantasnya terjadi

Aku selalu berfikir kenapa harus ada penyesalan
Mengapa ketersadaran itu selalu ada di belakang
Disaat semuanya serasa tak mungkin diperbaiki
Tapi haruskah meyerah jadi satu-satunya pilihan
Ahh...Lalu apa gunanya hidup, kalau harus selalu meyerah pada keadaaan…

Aku hanya ingin berubah…
Mengikis semua kebiasaan burukku, sifat jelekku, paradigma sempitku…
Pelanngaranku terhadap larangan-Mu, ketidaktaatanku pada hukum-Mu…
Ketidakdewasaan dan bijaksananya aku dalam menghadapi masalah…
Kesoktahuanku, ketidaktulusanku, kesombonganku…

Aku hanya ingin berubah…
Menjadi sosok yang lebih baik
Hingga nanti ketika masa itu tiba..
Itulah keadaan terbaikku…
Satu pintaku…
Disaatku jatuh untuk yang kesekian kalinya…
Jangan bikin diri ini jera untuk berusaha bangkit kembali….

Mencintai dan Keputusan

Aku sangat cinta Allah dan Rasul-Nya
Aku juga cinta keluarga dan sodara-sodaraku
Dan yang pasti aku juga cinta Indonesia, tanah airku beserta manusia-manusia di dalamnya
Aku tahu cinta itu butuh bukti
Tak cukup hanya janji
Karena mencintai itu keputusan
Dan setiap keputusan menuntut pertanggungjawaban…

I’am not the only one …

Semua berawal dari mimpi. Ketika akhirnya konstaninopel bisa dibebaskan oleh tentara muslim dari cengkraman bangsa Romawi. Pembebasan pusat kekuasaan imperium Romawi itu, kata seorang orientalis Hamington Gibbs, adalah mimpi kaum Muslimin delapan abad yang lalu.

Delapan abad tentu bukanlah waktu yang singkat. Tapi dalam kurun waktu delapan abad itu kaum muslimin dengan luar biasa mampu memelihara mimpi mereka untuk menakhlukkan konstaninopel. Ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Bisa dibayangkan, pada masa abad-abad sebelumnya adalah masa penuh dengan keterseokan dan usaha-usaha yang berujung pada kegagalan. Kegagalan yang sering disingkapi dengan keterputusasaan oleh kebanyakan kita. Tapi keyakinan mereka yang kuat dengan janji Allah melalui Rosul-Nya membuat kaum muslimin pada masa itu selalu punya gairah untuk mewariskan mimpi tersebut ke generasi di bawah mereka. Mereka ingin generasi-generasi selanjutnya tetap memiliki mimpi yang sama dan mau meneruskan mimpi mereka, menakhlukkan konstaninopel. Dan sejarah kemudian membuktikan, mimpi penakhlukan konstaninopel akhirnya terwujud menjadi kenyataan.

Semua memang berawal dari mimpi. Tapi bukan berarti hanya dengan bermimpi semua asa dan cita kita dapat tercapai. Tentu butuh tahap selanjutnya, yaitu usaha yang tak kenal lelah dan doa yang terus dilantunkan. Karena berani bermimpi, itu berarti harus berani mewujudkan. Itulah pemimpi yang produktif. Ketika kau hanya berani bermimpi tapi selalu takut untuk mewujudkannya, itu sama saja dengan mendidik jiwa-jiwa kita untuk menjadi sosok sang pungguk yang selalu merindukan sang bulan. Itu sangat menyiksa. Dan kalau kau tahu bagaimana akhir hidup sang pungguk merindukan bulan? Kalau tidak mati kesepian, mungkin mati dalam kesedihan. Tak ada yang bisa dikenang dari dirinya selain bahwa ialah sosok pemimpi yang tak pernah berani mewujudkan mimpinya.

Sesekali jatuh pada proses mewujudkan mimpi itu manusiawi. Tidak menjadi manusiawi lagi ketika setiap kesalahan yang kita lakukan tidak memberikan hikmah sedikit pun pada diri kita. Cirinya jelas, ketika ternyata kita selalu jatuh pada lubang yang sama. Namun bukan berarti kesalahan-kesalahan itu membuat kita takut untuk bermimpi. Milikilah mimpi yang baik-baik, setinggi-tingginya, dalam segala hal, dalam setiap sisi kehidupan kita. Mimpi itu membuat hidup kita lebih berirama. Dan tidak ada yang lebih indah selain hidup yang dinamis penuh irama naik turunnya.

Kalau Jonh Lennon kemudian mengatakan dalam imagine-nya “ You may say I’m a dreamer but I’m not the only one”. Maka katakanlah pada dirimu “ Yes, and I’m the one”.

:)...

Apa yang kau lakukan ketika dada terasa begitu sesak ? Serasa tak ada ruang lagi di dada, hingga kau seperti harus menahan nafas. Takut ketika kau bernafas, udara yang masuk akan memecahkan isi dada. Kau tidak mau mengambil resiko, karena kau pikir volume dadamu sekarang sudah terlalu penuh bahkan hanya sekedar untuk mengambil nafas. Tapi kau lupa bahwa disaat kita mengambil nafas, kita juga akan menghembuskan nafas pada akhirnya. Dan percayalah volum udara yang kau ambil dengan yang kau hembuskan adalah sama bahkan bisa lebih kecil. Karena itulah saat dadamu terasa sesak jangan takut-takut mengambil nafas sedalam-dalamnya karena itu akan melapangkan dadamu. Dan akhirnya kau akan merasa lebih ringan karena sekarang dadamu terasa lebih lapang. Dan ketika dada kita lebih lapang kita akan lebih siap menghadapi dunia... :)

Aku Bahagia...!!!

Aku ingin menegaskan bahwa DIRIKU BAHAGIA. Ya bahagia sebahagia-bahagianya…Tak ada makna lain..Mungkin orang lain menilaiku tidak pantas untuk bahagia Atau bahkan mungkin mereka mempertanyakan, apa benar aku bahagia? Tapi aku tak peduli…Karena aku tak butuh penilaian mereka…Karena memang tak butuh penilaian untuk hal ini..Kalaupun aku tak bahagia, tak ada salahnya aku merasa bahagia…Tak ada yang dirugikan dan justru banyak yang diuntungkan, ketika aku merasa bahagia. Mereka akan lebih sering melihat senyum manisku daripada wajah murungku. Dan kalau kau tahu betapa hebat kekuatan senyumku, senyumku bisa membuat mereka secara tak sadar ikut menarik bibir mereka 2 cm kekiri dan 2 cm kekanan. Dan…tara…terciptalah senyum pepsodent.. :). Ting…Jadi mengapa aku harus tidak merasa bahagia.

Ketika ku mencoba mencari alasan mengapa aku boleh tak bahagia, mungkin aku menemukan beberapa. Tapi kemudian aku menemukan lebih banyak alasan yang mengharuskan aku bahagia. Hingga beberapa yang sedikit tadi tertutupi dan terlupakan. Coba bayangkan masak kita harus menagis karena dua bungkus permen kita dirampas teman padahal di rumah masih ada setoples penuh berisi permen. Bahkan tidak hanya itu secara tiba-tiba ada yang memberi sekeranjang buah, setoples biscuit, coklat, gula-gula, kue, dan masih banyak lagi. Ga sebanding banget khan..? Jadi mengapa aku harus tidak merasa bahagia. Karena itulah…aku memutuskan untuk terus bahagia…Itulah moto hidupku. Life happily everafter, fi dunnya wal akhirat… :)
 

Most Reading

Ads 200x200

Sidebar One