Pages

Special Simple Gift for My Birthday

Jumat, 10 Agustus 2012


Sepertinys menarik, bisa mempersiapkan special simple gitft for my 28th birthday. Sedang terinspirasi untuk mengumpulkan 28 tulisan sampai tanggal kelahiran saya tiba. Itu rencana pertama. 

Hmmm…rencana lainnya, karena sedang asyik dengan gambar-menggambar juga terbesit ingin membuat 28 gambar sampai batas tanggal kelahiran saya. 

Dari sekarang sampai tanggal kelahiran saya kira-kira masih ada waktu 3 bulanan, yaitu 9 november. 3 bulan atau sekitar 12 minggu dan kalau dihitung dalam hari ada sekitar 90 hari. Jadi kalau dibuat rata-rata setiap 3 hari sekali harus membuat satu tulisan dan satu gambar. Atau satu minggu harus ada 3 tulisan dan ntiga gambar. Mantapp..!! 

Okelah…Jadi targetnya sudah ditentukan. 28 tulisan dan gambar dalam 90 hari. Terbayang akan sangat excited dan serunya jika saya bisa memenuhi janji saya tersebut. Dan tulisan ini, otomatis menjadi tulisan yang pertama. Semoga ini bisa menjadi tulisan pembuka yang keren dan subur. Jadi bisa melahirkan tulisan-tulisan berikutnya. :D

Let's Paint for Everyone

Kamis, 26 Juli 2012

Lagi asyik menekuni mainan baru. Sedang rajin coret-mencoret gambar pakai pensil warna, hasil rampasan dari adikku. Sampai ditanya temen sekantor, “emang ada pelajaran menggambar ya di S2?”. Dan entah kenapa saya menjawab, “ Iya Pak.” sambil senyum-senyum penuh makna.

Semua berawal dari  ke-judeg-anku mencari cara meredam stres. Semua cara yang biasa dipakai sepertinya sudah dicoba tapi tetap saja nuansa galau dan depresi masih menghantui. Akhirnya terpikir untuk menemukan sesuatu  yang baru yang belum pernah dicoba. Dan  terbesitlah ide coret-mencoret untuk meredam kelabilanku.

Kenapa harus dengan menggambar? Kira-kira ada dua hipotesa yang mendasari.

Intinya pada penyaluran energi negatif ke luar tubuh. Kita sepakat stres yang berlebih adalah  energi negatif yang harus disalurkan keluar agar tidak menumpuk di dalam tubuh. Ada banyak cara untuk menyalurkan energ negatif keluar tubuh dan itu sangat tergantung pada selera dan phassion masing-masing. Dan biasanya semakin ekspresif cara yang dipilih maka akan semakin efektif dan efisien proses penyalurannya. Prinsipnya saat proses penyaluran energi negative, tidak memberi efek terserapnya energi-energi negatif baru dari  luar atau menyumbang energi negatif baru di lingkungan sekitar. Jadi mengikuti nasehatnya pegadaian. Menyelesaikan masalah tanpa masalah. Itu hipotesa pertama.

Hipotesa kedua. Menggambar, coret-mencoret atau apapun namanya itu adalah bagian dari seni. Dan semuanya yang berhubungan dengan seni katanya bisa  melembutkan jiwa. Jiwa yang lembut itu lebih peka jadi membuat kita lebih mudah tergerak melakukan kebaikan. Dan setiap yang selalu membersamai kebaikan biasanya akan lebih mudah untuk masuk surga. 

Jadi, berdasar dua hipotesa diatas kemudian dapat ditarik kesimpulan bahwa  dengan menggambar bisa meredam stres sekaligus membuat kita lebih mudah untuk masuk surga…Amiiin…Karena itu saya pilih menggambar sebagai metode baru peredam stres.  

Saya sertakan beberapa hasil coretan yang telah dibuat. Mungkin terkesan seperti karya anak SD. Tapi tak apalah, yang penting semuanya tetep oke dimata saya.  ^_*







Tak Akan Pernah Sama

Kamis, 14 Juni 2012

Semua tak sama
Dan tak akan pernah sama
Apa yang telah terjadi, apa yang akan terjadi

Semua telah dituliskan, hanya tinggal dijalani saja
Tapi memang tidak semua perjalanan akan menyenangkan
Ada suka dukanya dan itu niscaya

Tapi seperti sering orang-orang bijak pesankan
Suka dan duka itu seperti dua sisi mata uang, tak kan pernah terpisahkan
Keduanya dipergilirkan
Jadi tak perlu dihindari hanya butuh strategi 
Bahwa menerima setiap pergiliran 
Akan membuat kita bisa lebih mudah untuk menjalani keduanya dengan baik

Sebenarnya Sepi

Kamis, 31 Mei 2012


Takdir kesepian adalah harga dari keislaman kita. “Islam itu datang dalam keadan asing dan akan kembali asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing.” Begitulah Rosullulah mengajarkan prinsipnya.  "Tapi siapakah orang-orang yang beruntung itu?" salah satu sahabat bertanya kepada Rasullulah. Lalu Rasul menjawab “ialah mereka yang melakukan perbaikan di tengah manusia yang rusak.”1

Orang-orang yang terasing selalu merasa kesepian. Tetapi di tengah kesepian itu tidak menghalangi mereka untuk masuk di tengah keramaian. Sendiri tapi berkarya. Asing tapi memberi. Karena mereka tidak pernah mau terseret oleh jebakan-jebakan kesepian. Karena sepi bagi mereka adalah pilihan sikap dan konsekuensi keimanan bukan sesuatu yang harus diciptakan apalagi sengaja dihadirkan.

1 : Ditulis ulang berdasar apa yang pernah dibaca dari salah satu edisi majalah Tarbawi

All is Well

Senin, 07 Mei 2012

Keputusan telah diambil. Memang pasti ada konsekuensinya. Dan seperti hukum setiap konsekuensi hanya harus untuk dijalani saja. Tak ada yang lain.

Berusaha menekan semua perasaan tak mampu untuk menjalaninya. Pun untuk setiap penyesalan akibat tidak baiknya menjalani hidup di masa lalu. Selalu berharap masih ada kesempatan. Untuk membayar setiap kesalahan di masa lalu dengan sesuatu yang baik di masa kini dan mendatang.

Tapi kesempatan memang selalu ada. Masalahnya bisa memanfaatkannya atau tidak. Jadi tak perlu khawatir. All is well and it isn’t over. Coz The Creator of the world and universe is the most Kindness, Powerful, Ar-rohman Ar-rohim than anything else.

Kesimpulan

Rabu, 18 April 2012

Ceritanya berawal ketika seorang petani yang tinngal di sebuah desa di sebuah negeri mempunyai seekor kuda yang sangat gagah perkasa. Postur tubuhnya yang kuat, bulunya yang indah, warnanya yang putih bersih dan tentu saja larinya yang sangat kencang membuat sang penguasa negeri tertarik untuk membeli kuda tersebut dengan harga yang tinggi. Tapi di luar dugaan karena terlalu sayang dengan kudanya sang petani menolak tawaran Raja. Tetapi beberapa hari kemudian tanpa dikira kuda sang petani tadi hilang tidak diketahui rimbanya. Kemudian datanglah komentar-komentar dari para tetangganya.

“Merugilah Kau, menolak tawaran raja dan sekarang kudamu malah hilang.” Ada juga yang berkata,”Dasar tak tahu diri, ini semua terjadi karena Kau menolak tawaran dari Raja.” Dan komentar-komentar senada lainnya. Sedangkan sang petani hanya diam mendengar komentar-komentar tetangganya.

Tetapi secara mengejutkan setelah hilang beberapa hari sang kuda pulang kembali ke rumah tanpa diminta. Dan tidak sendirian. Sang kuda membawa serombongan kuda lain yang sekualitas dengan dirinya. Jadilah sang petani sekarang tidak hanya memiliki seekor kuda tapi berekor-ekor kuda yang bagus semua.

Dan tanpa diminta para tetangganya pun berkomentar lagi. “Wah, beruntungnya Kau. Ternyata keputusanmu untuk tidak menjual kudamu dulu adalah keputusan tepat.” Ada juga yang lebih ekstrim komentarnya. “Sepertinya Kau punya indra keenam. Bisa meramal kejadian di masa mendatang.” Dan petani pun hanya tersenyum mendengar komentar-komentar tersebut.

Tetapi kejadiannya tidak berhenti hanya sampai disitu. Ada kejadian mengejutkan lainnya lagi beberapa hari kemudian. Kaki dan tangan putra sang petani patah karena terinjak kuda-kuda peliharaannya. Sedih? Pastilah petani tersebut sedih bahkan menangis. Karena dia hanya punya satu orang putra dan sekarang tangan dan kaki putranya patah.

Dan sekali lagi para tetangganya pun berkomentar. “Aiih, untung tak dapat diraih, malang tak bisa dihindar. Harusnya dari dulu sudah kau jual kudamu itu sejak Raja menawarnya. Hingga tak patah kaki dan tangan putramu.”

Malang memang tak bisa dihindar, tapi untung ternyata selalu tau cara dan waktu yang tepat untuk menghampiri empunya. Tidak lama setelah kejadian patah kaki dan tangan putra sang petani, ada pengumuman diberlakukannya wajib militer untuk semua pemuda di negri tersebut. Sedang ada perang melawan negri seberang sehingga Raja mewajibkan setiap pemuda yang sehat untuk ikut perang membela negrinya.

Dan berbondong-bondonglah para tetangga menemui sang petani. “Kau memang sangat beruntung. Tidak harus kehilangan putra karena ikut berperang.” Sambil terisak-isak meratapi nasib putranya. Selama ini sang petani hanya diam menanggapi semua komentar dari tetangganya terhadap semua kejadian yang dia alami. Tapi akhirnya dia berkata, “Allah selalu tau semua yang terbaik untuk hamba-Nya dan Jangan terlalu mudah membuat kesimpulan terhadap kejadian yang kita alami. Itu yang sering membuat kita kecewa.”


**************
diceritakan ulang berdasarkan cerita yang pernah didengar dan dibaca tetapi lupa sumbernya ^_*

Ksatria dan Kekerasan

Minggu, 15 April 2012

Dengan lantang ia berbicara. “Aku hanya menggunakan hak kemarahanku.” aku Drupadi. “Setiap kemarahan yang mempunyai dasar alasan, layak diperjuangkan. Kemarahan adalah hak setiap manusia. Bahwa setiap penghinaan harus diberi pelajaran.”

“Lalu siapa yang lebih jahat Drupadi? Dursasana yang menelanjangimu atau Bima yang meminum darah Dursasana?” gugat Kresna. “Pandawa adalah pertapa sejati. Tapi sekarang, di seluruh anak benua tidak ada pembunuh yang lebih kejam yang dapat melebihi mereka.”

“Kau tahu segalanya Kresna tapi kau tak pernah mengalaminya. itu masalah terbesar dalam hidupmu. Jangan bicara soal kekerasan di depan seorang perempuan yang sering jadi korban kekerasan.” cerca Drupadi. “Apakah status pertapa harus menghalangi kita untuk menjadi ksatria? Pandawa adalah ksatria dan seorang ksatria ada tidak untuk dihina. Penghinaan bagi ksatria sama dengan penghinaan kepada seluruh manusia. Aku adalah bagian dari Pandawa, aku adalah manusia, dan aku tidak akan membiarkan diriku dihina.”

“Ini hanya akan membuktikan bahwa tidak hanya perempuan yang bisa menjadi korban kekerasan, Drupadi.” jawab Kresna. “Dengan cara yang lain kaum lelaki pun bisa menjadi korban kekerasan. Perang sering diartikan perlambang kekerasan. Tapi sesungguhnya perang juga perlambang baik dan buruk. Dan hidup di dunia bukan hanya soal menjadi baik atau menjadi buruk. Tetapi juga soal bagaimana kita bersikap kepada kebaikan dan keburukan.”

“Perang ini menyimpan sebuah pertanyaan Drupadi. Apakah jalan kekerasan para kstaria ini dapat dibenarkan?” tanya Kresna.

“Lalu salahkah aku jika menuntut sebuah penegakan keadilan hatta dengan jalan kekerasan?” rongrong Drupadi. “Memaafkan ketidakadilan hanya karena atas nama kesabaran dan kebesaran jiwa adalah kesabaran yang semu. Itu sebuah pengingkaran terhadap kehidupan. Adalah menjadi tugas para ksatria untuk selalu membela kebenaran dan keadilan.” tandas Drupadi. “Seorang ksatria tidak boleh melupakan kewajibannya.”

“Tidak ada yang suka jadi korban kekerasan bahkan pelaku kekerasan sekalipun. Tetapi di muka bumi ini selalu saja ada orang-orang jahat yang suka melakukan kekerasan. Terkadang memang tidak ada bahasa yang lebih ampuh untuk membungkam kekerasan selain kekerasan itu sendiri. Tapi haruskah Kekerasan Drupadi?”

" Persis seperti apa yang telah kau ucapkan Kresna. Bahwa perang sesungguhnya juga merupakan perlambang baik dan buruk tidak hanya soal kekerasan. Bahwa ketika kita memilih untuk perang bukan berarti kita langsung menjadi orang buruk, bukan berarti kita tidak mencintai kedamaian." pelan Drupadi mencoba menjelaskan.

"Aku hanya ingin menegaskan bahwa bahwa bagaimanapun caranya setiap kebenaran dan keadilan harus ditegakkan

Janji

Selasa, 20 Maret 2012

Belajar menjadi lebih kuat
Belajar bertanggung jawab
Belajar menjadi tekun
Belajar peka
Belajar hidup lebih tulus

Tentang Idealisme

Kamis, 15 Maret 2012

Tentang idealisme. Ya, idealisme yang mulai banyak ditinggalkan oleh para penganutnya. Akankah kita menjadi satu diantaranya? Tapi ada yang bilang, hidup harus punya idealisme. Karena itulah yang menentukan harga dari sebuah hidup. Tapi seringnya idealisme menuntut pengorbanan yang lebih. Mungkin itulah membuat banyak yang tidak bisa berdamai dengan idealisme.

Ada nasehat yang bagus tentang idealisme. Menjaga idelaisme agar tidak menjadi sesuatu yang terlalu utopis dan mengarah ke pragmatisme. Jadi, bisa memeluk langit tanpa lupa harus tetap menjejak bumi. Yah, dan aku sepakat hanya denga itu idealisme tetap bisa hidup dalam setiap diri kita.
 

Most Reading

Ads 200x200

Sidebar One