Pages

Sebenarnya Sepi

Kamis, 31 Mei 2012


Takdir kesepian adalah harga dari keislaman kita. “Islam itu datang dalam keadan asing dan akan kembali asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing.” Begitulah Rosullulah mengajarkan prinsipnya.  "Tapi siapakah orang-orang yang beruntung itu?" salah satu sahabat bertanya kepada Rasullulah. Lalu Rasul menjawab “ialah mereka yang melakukan perbaikan di tengah manusia yang rusak.”1

Orang-orang yang terasing selalu merasa kesepian. Tetapi di tengah kesepian itu tidak menghalangi mereka untuk masuk di tengah keramaian. Sendiri tapi berkarya. Asing tapi memberi. Karena mereka tidak pernah mau terseret oleh jebakan-jebakan kesepian. Karena sepi bagi mereka adalah pilihan sikap dan konsekuensi keimanan bukan sesuatu yang harus diciptakan apalagi sengaja dihadirkan.

1 : Ditulis ulang berdasar apa yang pernah dibaca dari salah satu edisi majalah Tarbawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Most Reading

Ads 200x200

Sidebar One