Takdir kesepian adalah harga dari keislaman kita. “Islam itu datang dalam
keadan asing dan akan kembali asing,
maka beruntunglah orang-orang yang asing.” Begitulah Rosullulah mengajarkan prinsipnya. "Tapi siapakah
orang-orang yang beruntung itu?" salah satu sahabat
bertanya kepada Rasullulah. Lalu
Rasul menjawab “ialah mereka yang melakukan perbaikan di tengah manusia yang rusak.”1
Orang-orang yang terasing selalu merasa kesepian. Tetapi di tengah
kesepian itu tidak menghalangi mereka untuk masuk di tengah keramaian. Sendiri
tapi berkarya. Asing tapi memberi. Karena mereka tidak pernah mau terseret oleh
jebakan-jebakan kesepian. Karena sepi bagi mereka adalah pilihan sikap dan konsekuensi
keimanan bukan sesuatu yang harus diciptakan apalagi sengaja dihadirkan.
1 : Ditulis ulang berdasar apa yang pernah dibaca dari salah
satu edisi majalah Tarbawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar