Pages

Ksatria dan Kekerasan

Minggu, 15 April 2012

Dengan lantang ia berbicara. “Aku hanya menggunakan hak kemarahanku.” aku Drupadi. “Setiap kemarahan yang mempunyai dasar alasan, layak diperjuangkan. Kemarahan adalah hak setiap manusia. Bahwa setiap penghinaan harus diberi pelajaran.”

“Lalu siapa yang lebih jahat Drupadi? Dursasana yang menelanjangimu atau Bima yang meminum darah Dursasana?” gugat Kresna. “Pandawa adalah pertapa sejati. Tapi sekarang, di seluruh anak benua tidak ada pembunuh yang lebih kejam yang dapat melebihi mereka.”

“Kau tahu segalanya Kresna tapi kau tak pernah mengalaminya. itu masalah terbesar dalam hidupmu. Jangan bicara soal kekerasan di depan seorang perempuan yang sering jadi korban kekerasan.” cerca Drupadi. “Apakah status pertapa harus menghalangi kita untuk menjadi ksatria? Pandawa adalah ksatria dan seorang ksatria ada tidak untuk dihina. Penghinaan bagi ksatria sama dengan penghinaan kepada seluruh manusia. Aku adalah bagian dari Pandawa, aku adalah manusia, dan aku tidak akan membiarkan diriku dihina.”

“Ini hanya akan membuktikan bahwa tidak hanya perempuan yang bisa menjadi korban kekerasan, Drupadi.” jawab Kresna. “Dengan cara yang lain kaum lelaki pun bisa menjadi korban kekerasan. Perang sering diartikan perlambang kekerasan. Tapi sesungguhnya perang juga perlambang baik dan buruk. Dan hidup di dunia bukan hanya soal menjadi baik atau menjadi buruk. Tetapi juga soal bagaimana kita bersikap kepada kebaikan dan keburukan.”

“Perang ini menyimpan sebuah pertanyaan Drupadi. Apakah jalan kekerasan para kstaria ini dapat dibenarkan?” tanya Kresna.

“Lalu salahkah aku jika menuntut sebuah penegakan keadilan hatta dengan jalan kekerasan?” rongrong Drupadi. “Memaafkan ketidakadilan hanya karena atas nama kesabaran dan kebesaran jiwa adalah kesabaran yang semu. Itu sebuah pengingkaran terhadap kehidupan. Adalah menjadi tugas para ksatria untuk selalu membela kebenaran dan keadilan.” tandas Drupadi. “Seorang ksatria tidak boleh melupakan kewajibannya.”

“Tidak ada yang suka jadi korban kekerasan bahkan pelaku kekerasan sekalipun. Tetapi di muka bumi ini selalu saja ada orang-orang jahat yang suka melakukan kekerasan. Terkadang memang tidak ada bahasa yang lebih ampuh untuk membungkam kekerasan selain kekerasan itu sendiri. Tapi haruskah Kekerasan Drupadi?”

" Persis seperti apa yang telah kau ucapkan Kresna. Bahwa perang sesungguhnya juga merupakan perlambang baik dan buruk tidak hanya soal kekerasan. Bahwa ketika kita memilih untuk perang bukan berarti kita langsung menjadi orang buruk, bukan berarti kita tidak mencintai kedamaian." pelan Drupadi mencoba menjelaskan.

"Aku hanya ingin menegaskan bahwa bahwa bagaimanapun caranya setiap kebenaran dan keadilan harus ditegakkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Most Reading

Ads 200x200

Sidebar One