Ini
soal ekspetasi. Bahwa jika kita sudah mempunyai ekspetasi yang tinggi kepada
seseorang kita cenderung mudah kecewa terhadap kesalahan–kesalahan yang
dilakukannya. Pun kesalahan-kesalahan yang kecil.
Ini
soal ekspetasi. Sebaliknya, kita akan terkagum-kagum atas keberhasilana atau
kebaikan yang sebenarnya biasa dan sudah sering dilakukan. Tapi menjadi berbeda
ketika hadir dari seseorang yang awalanya kita punya ekspetasi yang rendah padanya.
Kebaikan kecil menjadi begitu sangat mengagumkan.
Ini
soal ekpetasi. Bahwa kemudian memang sangat manusiawi jika selalu punya
ekspetasi yang tinggi dengan orang-orang terdekat kita. Karena ekspetasi itu berbanding
lurus dengan harapan.
Sekali
lagi, ini soal ekspetasi. Bahwa akhirnya ekspetasi yang tinggi sering
menghadirkan kekecewaan. Artinya, karena
ekspetasi yang tinggi sering muncul dari orang-orang terdekat maka kita akan
cenderung sering kecewa pada orang-orang terdekat kita.
Jadi
pertanyaannya, wajarkah jika kita sering kecewa dengan orang-orang terdekat
kita? Dan adilkah itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar