Pages

Karega ya Marega

Selasa, 22 Juni 2010

Kalimat bijak hari ini adalah sebait sajak schiller yang sangat digemari oleh Sutan Sjahrir, salah satu Bapak pendiri bangsa ini. Kalimatnya adalah “ Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak pernah akan dimenangkan”. Dalam bahasa lain aku memahaminya sebagai harga dari sebuah kehidupan. Hidup yang untuk memenangkannya kita perlu mempertaruhkan sesuatu, dan bukankah sesuatu yang layak dipertaruhkan itu adalah yang sangat berarti dan penting bagi kita?

Maka aku tak heran ketika melihat keteguhan seorang Sutan Sjarir di usia mudanya mampu menaggung segala beban derita yang tak terkira. Karena beliau tahu keberhargaan hidup ini. Ia tahu harga dari kemenangan dalam hidup ini harus ditebus dengan sebuah pertaruhan.

Maka aku akhirnya juga tahu mengapa seorang Suwardi Suryaningrat berani menuliskan sebuah selebaran, Als ik eens Netherlander was, Seandainya Aku Seorang Belanda, yang karenanya Suwardi harus dibuang ke Belanda selama 5 tahun. “…andai aku seorang Belanda, aku tidak akan merencanakan pesta-pesta kemerdekaan diantara penderitaan rakyat yang jelas kita ambil penderitaannya…”. Rupanya pihak colonial tersindir dengan pernyataanya.

Merekalah contoh orang-orang yang tahu bagaimana menghargai hidup ini. Hingga arti hidup bagi mereka adalah satu, perjuangan. Perjuangan yang kadang harus mempertaruhkan sesuatu yang sangat berharga bagi mereka, bisa kebebasan atau bahkan hidup itu sendiri. Kalau Ghandi mengartikannya dengan istilah karega ya marega, berbuat atau mati. Karena itulah juga mungkin mengapa Chairil Anwar kemudian membuat sajaknya berjudul Maju. Salah satu baitnya berbunyi, Sekali berarti sudah itu mati. Tentu akan lebih baik dan menyenangkan bila berkali-kali berati sudah itu mati. Itulah arti hidup bagi mereka

1 komentar

  1. ka masih on ga? aku tau karega ya marega itu dari novel karya e.s ito yang rahasia meede! semenjak itu tertarik banget sama kata2 inii

    BalasHapus

 

Most Reading

Ads 200x200

Sidebar One