Pages

Antara kita dan Mereka

Senin, 04 Februari 2013



Terkadang hidup kita, ternyata tidak murni hanya milik diri kita sendiri. Ada banyak orang yang tanpa kita sadari menggantungkan keberlangsungan hidupnya pada diri kita. Atau setidaknya apa-apa yang terjadi pada diri kita sedikit banyak berpengaruh pada hidup mereka.  Pada tahap-tahap tertentu bahkan sukanya kita bisa menjadi juga sukanya mereka, begitu pun sebaliknya. Dukanya kita serta merta juga menjadi dukanya mereka. Orang-orang itu bisa jadi adalah orang tua kita, saudara kita, teman kita, atau bahkan orang-orang yang tak pernah kita kenal sebelumnya tapi pernah berada di sekitar kita tanpa kita sadari. 

Jadi tidak benar kalau kita beranggapan bahwa hidup kita hanya milik kita sendiri. Apa yang kita lakukan akibatnya hanya kita yang menaggungnya sendiri. Di akhirat nanti memang begitu adanya. Apa yang kita lakkan itu yang kita tunai. Tapi tidak ketika di dunia ini. Akan selalu ada orang ikut menagis ketika kita tertimpa sebuah bencana. Ada yang ikut tertawa ketika kita memperoleh karunia. Ada yang ikut tergerak melakukan hal yang sama ketika mencoba melakukan sebuah kebaikan begitu juga keburukan. 

Belum lagi kalau kita melihat dari prespektif bahwa apa yang pernah kita raih di dunia ini tidaklah murni hanya karena kerja keras kita. Sekecil apaun keberhasilan itu kita akan selalu merepotkan orang lain dalam meraihnya. Karena memang kita tak pernah bisa hidup sendiri. Kita akan selalu membutuhkan orang lain. Terlalu angkuh kalau kemudian kita mengklaim segala kesuksesan yang pernah kita raih adalah karena kehebatan pribadi kita saja. Belum lagi kalau kita berbicara soal kuasa Tuhan. Maka semakin kecillah ”kehebatan” diri kita yang selama ini kita banga-banggakan. 

Hingga akhirnya kita menyimpulkan ternyata hidup kita memang benar-benar bukan milik kita sendiri saja. Lalu mengapa kita tidak mulai berpikir untuk berbagi dalam hidup ini. Mengapa kita tidak mulai melakukan sesuatu yang bisa menginspirasi orang lain untk melakukan hal-hal baik. Mengapa kita tidak mulai berpikir dua kali unuk melakukan kesalahan. Kesalahan yang bisa merugikan tidak hanya diri kita sendiri tapi juga orang lain. Mengapa kita tidak berhenti melakukan hal-hal yang bodoh yang membuat orang di sekitar kita selalu mencemaskan kita. 

Hingga bagaimana mungkin kita bisa menjalani hidup ini dengan prinsip “semau gue”.  Semau gue menetukan apa yang kita suka dan kita benci atas dasar egoisme kita sendiri tanpa memandang orang lain dalam memutuskannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Most Reading

Ads 200x200

Sidebar One