Bagaimanapun
juga jiwa butuh raga. Tentu saja tidak hanya sekedar untuk tempat bersemanyam.
Karena seharusnya memang bisa lebih daripada itu. Jiwa butuh raga seperti awan
butuh petir untuk membentuk hujan. Seperti serbuk sari butuh angin untuk
penyerbukan. Tanpa raga, jiwa akan melayang.
Raga itu
belahannya jiwa. Hanya akan utuh jika keduanya ada dan saling melengkapi. Jiwa
butuh raga dan raga butuh jiwa. Dan tentu saja, raga yang kuat hanya untuk jiwa
yang kuat. Itu yang disebut kesempurnaan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar