"Sorry lho ya, bukan bermaksud
untuk menerawang. Tapi sebagai seorang yang sering berkecimpung di dunia
psikologi bahwa terlihat jelas kamu itu orangnya keras kepala dan susah untuk
dibuat percaya. Dalam hal apapun, ga hanya soal percaya ke orang tapi juga
terkait pemikiran, pendirian dan seterusnya. Tapi kalau dirimu sudah meyakini
suatu hal, kamu akan dengan sangat kuat. memegangnya.”
“oya ?”, diriku hanya bisa
ternganga mendengar semua penjelasannya yang panjang dan lebar.
“Kamu itu selalu dianggap “wah”,
kuat oleh orang tua, saudara-saudara, bahkan mungkin teman-teman disekitarmu.
Dengan segala apa yang pernah kau capai sebelumnya. Orang=orang punya ekspetasi
yang tinggi kepadamu padahal sebenarnya kamu pengennya ya dianggap biasa aja
kaya orang kebanyakan. Presepsi-presepsi itu yang membuat alam bawah sadarmu
menciptakan sifat susah untuk menunjukkan kelemahanmu kepada orang lain bahkan
untuk sekedar curhat kepada orang-orang terdekat. Kalaupun akhirnya curhat itu
setelah melalui pemikiran yang panjang bukan spontanitas.”
“Sepi sekali ya
hidupku.” gumamku.
“It’s ok. Sifat
keras kepala dan teguh pendirian itu bagus kok, cuman belajarlah untuk bisa
berbagi. Tapi sebenarnya mungkin
bukannya ga bisa berbagi, kamu hanya belum menemukan orang yang
menurutmu tepat untuk dijadikan tempat sampah.”
“Nah…nah…kalau
yang ini aku sepakat. Bukannya ndak bisa tapi belum menemukan orang yang tepat.
Bukankah membuang sampah tidak pada tempatnya hanya akan menimbulkan masalah
baru?” sahutku dengan penuh semangat.
“Mungkin…tapi
setiap orang punya batas kapasitas maksimal non. Setidaknya kalau bisa
membuang sampah walaupun sembarang, itu bisa mengurangi apa yang sudah menumpuk. Jadi kau
bisa bernafas, membuatmu bisa sedikit lebih lega.”
“Tapi ku pikir
itu hanya sementara saja. Tidak bisa menyelesaikan pokok permasalahannya kan?
Lalu apa gunanya?”
“..ck..ck..ck..benar-benar
keras kepala.” Komentarnya sambil geleng-geleng kepala.
“Hehehe…."
*catatan kecil di hari jadi, November 9th.Oleh-oleh dari perjalanan Yogja-Semarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar